Entah kenapa, berapa bulan belakangan ini saya lupa dengan yang namanya keceriaan, kebahagian, ketenangan, kepuasan, dan banyak lagi hal-hal menyenangkan. Saya bukan pekerja unggulan, tapi juga bukan yang terburuk. Dalam bekerja yang saya perlukan hanya keikhlasan hati untuk mengerjakannya. Pada saat hati tak bisa ikhlas, maka berantakanlah. Entah kenapa, saya lupa dengan yang namanya profesionalisme yang sering diagungkan oleh banyak orang. Saya merasa profesional akan berkembang di sistem yang profesional. Kalau sistem yang kita huni tak mengindahkannya, lalu untuk apa? Timbal balik, itu yang terlintas di benak saya. Tak peduli orang mau berkata apa! Entah kenapa, lelah rasanya mengerjakan hal yang tidak saya senangi dengan sistem yang tak mendukung. Mungkin saya memang bukan seorang yang tangguh seperti dia atau kebanyakan orang di tim saya.Ya memang saya yang bersalah, tapi itu hak saya untuk salah. Entah kenapa, hari libur yang hampir tak pernah berkunjung pun selalu dihinggapi r...
Komentar