Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2009

hanya bisa berdoa

Sayup-sayup terdengar lagi kabar tentang bidadari itu. Tampaknya dia sudah benar-benar terluka. Buktinya dia mau membohongi hatinya untuk mengambil keputusan terburu-buru. Rasa sakit yang ditinggalkan sang pangeran membuat si bidadari memilih kucing dalam karung untuk mengarungi hidupnya. Aku sangat menyayangkan leputusan yang di ambil si bidadari. Menurutku itu sebuah keputusan bodoh. Andai saja aku diberikan waktu lagi untuk merindangi hatinya, mungkin semua takkan seperti ini. Saat kuutarakan itu ke sahabat si bidadari, dia bilang aku telat. Kenapa tak dari dulu aku mendatangi hati bidadari. Padahal saat itu aku ingin membiarkan hatinya pulih dari luka, ternyata itu dimanfaatkan oleh sang pangeran untuk kembali menyakitinya. Bahkan mungkin lebih parah dari yang bisa aku bayangkan. Saat ini aku hanya bisa mendoakan. Saat aku dengar suara si bidadari di ujung telepon, aku dapat mendengar jeritan hatinya yang gundah. Aku hanya bisa berdoa semoga yang dipilih adalah kucing yang baik...

SePi..."_"

Sepi......... Sepi itu tak bertuan datang menghampiri insan membuat mereka tak nyaman Sepi......... Sepi itu itu sendiri tak punya pijakan untuk berdiri membuat cinta seperti dikebiri Sepi........ Sepi itu indah saat kita menghindari gundah meninggalkan rasa amarah Sepi......... Sepi itu aku saat berada jauh darimu dan tak bisa ku ukur waktu Sepi........ Sepi itu sepi Saat kita merasa seorang diri tak ada yang mengenal dan dikenali Sepi........