Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Renungan Singkat

Pernah kesulitan mencari sesuatu yg biasa tak kita hiraukan sehari-hari? Bisa tukang dagang, kendaraan umum, atau apapun. Saat membicarakan ini dengan supir taksi yang saya tumpangi, saya tersadar akan suatu hal. Mungkin kejadian-kejadian itu terjadi sebagai pelajaran buat kita agar tidak lupa bersyukur atas apa yang kita miliki. Sesuatu yang biasanya ada, membuat persepsi kita menyatakan itu sudah sewajarnya ada dan membuat kita tidak memsyukuri keberadaannya. Begitu juga dengan yang ada di sekitar kita, perhatian, kasih sayang, pertemanan, pekerjaan, harta, rejeki, dll. Saat semua ada, kita atau mungkin cuma saya, tidak menyadari betapa semua itu adalah berkah yang di berikan oleh Allah SWT. Hal yang dianggap sederhana bahkan mungkin remeh, tapi kita tak bisa lepas dari itu semua. Sesuatu akan terasa dibutuhkan saat sudah tak ada. Semoga saya bisa mulai belajar mensyukuri semua yang sudah diberkahkan oleh-Nya.

Belajar Mengambil Gambar

Gambar
Menyaksikan acara di televisi, yang paling menjadi perhatian adalah gambar. Walau televisi adalah media audio visual, peranan gambar mutlak menjadi faktor yang mendominasi. Jadi buat saya, walau saat itu di percaya menjadi reporter di Trans7, saya wajib bisa mengambil gambar. Reporter mengambil gambar? Mengapa tidak? Beruntung, program pertama saya Laptop Si Unyil memberikan banyak kesempatan untuk bisa mempelajari cara mengambil gambar. Alasannya, karena saat itu kami di wajibkan untuk menunggu proses editing. Awalnya sih, rasa sebal ada. Soalnya, kita liputan dari pagi sampai sore, lalu malam hari harus jaga editing apabila sedang di kerjakan, atau sebaliknya. Malamnya jaga editing dan tetap harus berangkat liputan paginya. Lelah? Pasti. Tapi dari proses menunggu editing itu, saya mulai  mengerti gambar apa yang dibutuhkan untuk sebuah cerita. Laptop Si Unyil menurut saya adalah salah satu program terbaik untuk belajar gambar yang saya tahu. Kenapa? Karena program y...

Move...On...The Right Track...

Gambar
Saat memutuskan untuk meninggalkan zona nyaman di akhir November 2012, di situlah saya mulai menantang diri saya untuk menjadi lebih dan lebih.  Banyak yang menanyakan alasan saya ingin pindah. Jawabannya adalah pengembangan diri. Dan terbukti, karena sekarang berat badan sudah naik 5 kiloan, hehe =). Pengembangan diri yang saya maksud adalah kesempatan untuk belajar hal yang lebih. Saat di zona nyaman, banyak yang mengklaim saya sudah cukup baik, sehingga tak jarang di tugaskan untuk memberikan ilmu saya pada anak baru. Bukan saya tak suka berbagi pengetahuan dan pengalaman, tapi saya merasa apa yang saya punya belum apa-apa.  Makanya, saya harus terus meningkatkan kemampuan saya! Di sini, di tempat baru ini, saya bisa banyak belajar. Ya..be-la-jar. Belajar dari hal yang paling dasar dalam membangun sebuah stasiun televisi. Ini pengalaman mahal kawan, dan saya menikmatinya. Kata siapa dengan pindah kerja akan lebih enak, naik jabatan akan lebih enak, dan bla..bla..bla lai...