YANG TERKENANG, YANG TEREKAM, YANG TAK AKAN TERLUPAKAN
Maaf kir, saya tidak bisa meneteskan airmata saat kau pergi. Mungkin saya bukan orang tepat untuk menulis ini, mungkin saya bukan sahabat terdekat mu, dan mungkin saya tak cukup memberikan mu perhatian. Tapi, saya tetap berusaha bercerita tentang mu yang masih terus melintas di benak ini. Syakir yang saya kenal adalah seorang yang riang, penuh semangat, bisa menerima masukan, dan malas. Kenapa saya mengingat bahwa dia termasuk orang yang malas, karena malas itu yang mendekatkan kami di program pertama kami Laptop Si Unyil. Syakir sama malasnya dengan saya, tapi dia selalu bisa menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dibandingkan saya. Soalnya, dia orang yang cerdik. Dia tahu bagaimana mengefektifkan waktu dan mempunyai jaringan yang lebih baik dibandingkan saya. Syakir orang yang tidak cepat puas. Berada di program anak-anak yang sebenarnya cukup nyaman, tak menghalangi keinginannya untuk tampil di layar kaca. Harapan itu pun seperti terjawab, dia di pindahkan ke program yang menuntutnya ...