Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2011

my lovely ...

Ku tak mengenal mu dekat, yang ku tahu cuma apa yang kulihat. Gaya mu yang cuek membuat mu terlihat jauh lebih menarik daripada para pesolek. Pandangan matamu ke arah ku, kutangkap saat ku mencuri pandang ke arah mu. Keinginan mu untuk belajar, membuat ku tak kuasa menolak untuk bersikap wajar. Walau kadang sifat kekanak-kanakan masih terlihat jelas di perilaku mu tak lantas membuatku sebal, justru ingin memanjakan. Tampaknya ku perlu belajar menyuarakan hati. #SuatuwaktudibulanJuni

kumpulan status FB ku (4)

Dikfa Puradisastra Memulai dari yg kecil, belajar dari yg mudah, dan merangkul dari yg dekat. Yang penting jangan tunda. Dikfa Puradisastra modern tak selamanya lebih hebat dari yg tradisional. teori vs ilmu. Dikfa Puradisastra Ingat, kita tak dinilai dari yg kita pakai. Tapi dari apa yg kita kerjakan dan kuasai. Dikfa Puradisastra bahagia itu bukan tujuan, tapi hadiah dari kerja keras. Dikfa Puradisastra Sukses, meraihnya tak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi kehilangannya bisa lebih cepat dari kedipan mata. Dikfa Puradisastra Mereka yg sukses akan lebih lengkap saat menyempurnakannya dengan bersyukur dan bersedekah. Tapi tidak perlu menunggu sukses utk bersyukur dan bersedekah. Dikfa Puradisastra Rejeki itu untuk di syukuri. Rejeki yg orang dapat bukan buat kita iri, tapi jadi motivasi. Karena kita tak tahu apa yg membuat mereka di hadiahi olehNya rejeki yg berlimpah dan bisa buat yg lain keki. =) Dikfa Puradisastra Semua manusia diberikan waktu yg sama, yaitu 24 jam sehari. Y...

Anak itu...

Seorang anak kecil peminta-minta itu seakan tak percaya saat menerima selembar uang dua puluh ribuan di gelas yang digunakannya untuk meminta-minta. Gelasnya yg terisi tiga koin lima ratus rupiah itu seakan mendapat kejutan saat terisi lembaran berwarna hijau. Kepalanya pun iya geleng-gelengkan sambil melihat lagi kertas itu di bawah lampu. Dia pun kembali mengelengkan kepala. Mungkin dalam hatinya dia bersyukur pada tuhan. Melihat gelengan kepalanya, aku pun berharap dan berdoa... Semoga gelengan kepala itu bukan pengukuhan niat untuk menjadi pengemis sampai dewasa. Semoga itu menjadi lecutan baginya untuk berada di posisi si pemberi. Semoga dia tidak membenci seluruh orang yg bernasib lebih baik darinya dgn menerima uang itu. Semoga dia tidak menaruh dendam pada nasib baik yg belum menghampirinya. Jakarta, 8/6/11 Dikfa Puradisastra